Feeds:
Posts
Comments

Teknik Gambar Bentuk Bagian


Untuk tutorial coreldraw kali ini, penulis mencoba untuk membawakan suatu teknik sederhana dalam menciptakan objek dengan pen tools. Jika dirasa ada tool lain dalam coreldraw yang dirasa lebih efisien anda layak mencobanya. :-) , tapi untuk tutorial kali ini penulis hanya membatasi pada pen tools saja.
Pen tools sendiri bertugas untuk membuat curve yang ketika anda tentukan titik koordinatnya disitulah objek/shape terbentuk. Selain penggunaan pen tools, penulis juga akan mengenalkan penggunaan shape tool, dan transformations di coreldraw.
Yup langsung saja kita ke contoh kasusnya.

1. Silahkan pilih pen tools di toolbar coreldraw seperti pada gambar :

2. Kemudian buat shape seperti ini, dengan catatan garis tegak di sebelah kanan harus benar-benar lurus.

3. Dengan shape tools double klik bagian yang sudah diberi tanda bulatan merah.

4. Nah kemudian nanti akan menghasilkan kotak/titik kecil seperti ini, inilah yang dinamakan dengan vertex.

5. Dengan shape tools, klik and drag vertex-vertex tersebut hingga menjadi seperti ini.

6. Masih dengan shape tools, anda dapat kembali melakukan double klik untuk menghasilkan vertex seperti pada langkah 3 dan 4 dan melakukan kembali klik and drag vertex-vertex tersebut. Hingga hasilnya seperti ini.

7. Kemudian dengan shape tools dan dalam keadaan objeknya terpilih, blok semua vertex tersebut …

Hingga vertex-vertex tersebut terseleksi seperti ini

8. Lalu klik kanan disalah satu vertex tersebut, kemudian pilih to curve.

Hal ini perlu dilakukan untuk membuat lekukan pada si objek, karena secara default si objek memiliki garis tegas ( line ) yang tidak dapat dilekuk-lekukan.

9. Dengan bantuan shape tools klik and drag si vertex maupun si garisnya hingga menjadi seperti ini.

10. Masih dalam keadaan objek terpilih kemudian silahkan anda klik pick tools.

11. Lalu anda pilih Menu Arrange | Transformations | Scale , atau bisa juga menggunakan shortcut alt+F9

12 Kemudian pilih horizontal dengan scale 100% kemudian klik icon …

dan klik pilih check box kanan.

kemudian klik tombol Apply to Duplicate

Sehingga hasilnya menjadi seperti ini

13. Dengan Interactive Fill Tools ( atau dengan shortcut G ) anda klik garis dari tengah objek tersebut.

14. Kemudian lakukan copy paste untuk objek yang tadi, kemudian beri warna hitam.

Terdapat dua objek, yakni objek dan yang akan dijadikan sebagai bayangan.
Kemudian pilih objek yang baru saja diberi warna hitam tadi, kemudian pilih menu Bitmaps | Convert to Bitmap

15. Masih dalam kondisi pilih objek yang baru diconvert kemudian pilih menu Bitmaps | Blur | Gausian Blur

Naikkan radiusnya hingga menjadi 15 pixels

kemudian pilih Ok

16. Kemudian tempatkan objek yang tadi diberi efek blur tepat di bawah kiri shape yang akan dijadikan objek inti. Hingga seperti ini …

17. Masih dalam kondisi objek bayangan terpilih, klik Interactive Transparency tools.

Mainkan transparasinya hingga si objek bayangan menjadi seperti ini

18. Kemudian klik rectangle atau dengan menekan tombol F6 di keyboard, buat persegi diatas objek inti menjadi seperti ini.

19. Pilih perseginya, kemudian tekan shift di keyboard dan tahan kemudian pilih objek intinya kemudian klik intersect di toolbar atas.
Sehingga hasilnya menjadi seperti ini .

20. Pilih objek baru tersebut kemudian beri warna putih.

21. Dengan interactive transparency tool, mainkan transparansi objek tadi menjadi seperti ini.

22. Kemudian lekukan bagian bawahnya hingga menjadi seperti ini.

Sehingga hasil akhirnya menjadi seperti ini.

Membuat Butiran Air

Tutorial yang akan saya bawakan kali ini adalah, membuat butiran air dengan aplikasi  CorelDraw, saya sengaja menggunakan Coreldraw. Alasannya adalah vector, yang tidak  mengalami distorsi walaupun gambar diperbesar beberapa kali.

Langsung saja :

Pada awalnya kita membutuhkan sebuah rectangle yang nantinya digunakan sebagai alas.
Tekan F6 di keyboard untuk langsung membuatnya. Di sini saya membuatnya dengan  ukuran 368 x 234 pixel.

Kemudian saya menggunakan elispe tool dengan menekan F7 di keyboard untuk membuat
sebuah elips dengan ukuran 43 x 51 px.

1. Melakukan duplikasi elips tersebut dengan mengopynya ctrl+c lalu mem-pastenya ctrl+v  di tempat yang sama.

2. Setelah itu, di luar persegi, buatlah sebuah rectangle ( ukuran bebas ). Kemudian, rectangle yang telah dibuat tadi di taruh di atas elips hasil kopian yang tadi.

3. Dalam keadaan keduanya terpilih. Lakukan trim ( back minus front ).
Sehingga hasilnya seperti ini, setelah fillnya di beri warna putih.


4. Dengan transparency tool, lakukan transparasi gradien, menjadi seperti ini. kemudian lakukan langkah no 1 sebanyak 2 kali. hal ini di gunakan untuk memberi sisi gelap dari butiran air.

5. Perbesarlah salah satu elips yang tadi … kemudian lakukan trim, seperti di langkah ke 3.

6. Kemudian dengan transparency tool, lakukan transparansi gradien seperti ini …


7. Setelah itu, hilangkan outline-nya dengan memilih objek yang akan dihilangkan outline, kemudian klik ikon seperti gambar di bawah ini :

8. Kemudian, buatlah elipse dengan ukuran 6 x 6 pixel. Beri fill colornya warna putih. Setelah itu berilah shadow effect, dengan memilih interactive drop shadow tool, shadow ini akan di gunakan sebagai pantulan cahaya putih nantinya.

9. Beri drop shadow colornya berwarna putih,  kemudian drop shadow opacitynya 86 persen.

10. Kemudian buatlah kembali elips dengan ukuran 43 x 51 pixel. Beri fillcolornya berwarna putih.
11. Setelah itu, buat kembali elips dengan ukuran 50 x 51 pixel. Elips ke dua ini di taruh di bawah elips sebelumnya.

12. Lakukan trim ( back minus front ) pada kedua elips tersebut sehingga menjadi seperti ini. Kemudian berilah transparasi sebesar 68 persen.


Yup, hasil akhirnya akan seperti ini.


Dalam Tutorial Kali ini saya mencoba menjelaskan kepada anda bagaimana cara membuat suatu bercak noda, baik itu noda tinta, darah, noda bersejarah, kendaraan bernoda empat, halah! :D walaupun sebetulnya internet menyediakan secara gratis font symbol bercak-bercak tersebut, seperti WC Rhesus A, WC Rhesus B, etc.

Silahkan anda mengawalinya dengan membuat new file, kemudian buatlah sebuah lingkaran ( F7 ), untuk membuat suatu lingkaran anda cukup me-klik ctrl kemudian drag.
Untuk contoh, disini saya memakai diameter 831 pixel

setelah itu klik kanan object tersebut, pilih convert to curve, ini perlu dilakukan untuk mempermudah smudge brush nanti.

kemudian silahkan anda atur object lingkaran tersebut sedemikian rupa , sehingga terlihat seperti sebuah bercak yang jatuh dari atas
saya membuatnya seperti ini :

kemudian pilih smudge brush dan isi enter a fixed value for tilt setting dengan nilai 90

setelah itu anda bisa merubah bentuk object tersebut sedemikian rupa dengan shape tool



dan inilah hasil akhir dari penjelasan tutorial ini.

Kalo ada pertanyaan langsung aja ditanyakan. :D

Jumpa kembali dengan penulis, seperti janji penulis sebelumnya,
penulis akan membayar lunas sekarang. :D ~ Dalam tutorial Coreldraw kali
ini penulis akan coba jelaskan pemanfaatan teknik pewarnaan dan shaping
yang sederhana untuk memberikan kesan kedalaman dan gelap terang. Perlu
dicatat, tools coreldraw yang akan kita gunakan nanti adalah, Shape Tool, Pen Tool, Erase Tool, Transparency Tool dan Rectangle Tool.

Yups, sebelum masuk kedalam tutorial intinya yaitu Teknik Shaping
Lipatan Kertas, penulis akan sedikit membicarakan tentang teknik
pewarnaan terlebih dahulu. Khususnya teknik pewarnaan gelap terang.
Coreldraw bukanlah suatu aplikasi 3D yang dapat menghasilkan bidang
gelap dan terang secara otomatis, dengan kata lain CorelDraw tidak
dapat berfungsi sebagaimana yang dapat dilakukan oleh aplikasi 3DS Max,
Alias Maya Wavefront ataupun aplikasi 3D papan atas lainnya. Namun
dalam coreldraw seorang graphic designer benar-benar dituntut untuk
sekreatif mungkin menghasilkan kesan kedalaman dari suatu objek yang
dibuat agar terlihat benar-benar alami. Ini tantangan yang sulit
memang, tapi cukup menyenangkan. Disinilah toolbar serba guna milik
coreldraw benar-benar berperan penting sebagai peralatan perang bagi
para designer yang menggunakannya. Huff… Untuk teknik gambar
bentuk/shaping penulis tidak akan jelaskan secara terperinci karena ini
merupakan teknik shaping sederhana yang benar-benar biasa. :D

Sebelum bertempur, biasakanlah untuk membuat lembar baru.

Kemudian klik lembar baru kosong tersebut, pada bagian unit pilih pixels.

Ya, langsung saja kita ujicobakan tutorial coreldrawnya :

Pertama pilih tool rectangle, atau dapat juga menekan F6 di keyboard.

Buat bentuk persegi dengan width 990 px dan heightnya 1319 px

Dengan Erase tools …

Hapus/hilangkan sedikit demi sedikit bagian pinggir-pinggirnya dari
objek persegi yang baru di buat tadi sehingga hasilnya seperti ini …

Dengan shape tools …

Lekuk-lekukan bagian ujung atas dan pinggir-pinggir objek persegi tersebut …

sehingga hasil akhirnya nanti akan seperti ini …

Buatlah sebuah shape dengan pen tool ukurannya width 539 px dan height 274 px

Sehingga hasilnya yaitu segitiga seperti ini …

Pilih bagian alas segitiga tersebut kemudian klik kanan pilih to curve

Lekuk-lekukan bagian alas tersebut hingga hasil akhirnya menjadi seperti ini …

Jika di gabung dengan objek persegi yang tadi akan menjadi seperti ini

Sekarang masuk kebagian teknik Pewarnaan I.

Teknik pewarnaan yang pertama ini butuhkan karena nanti objek-objek
tersebut akan tumpang tindih sehingga sulit untuk di berikan pewarnaan.

Buatlah duplikat segitiga yang tadi, dengan cara copy paste, kemudian beri warna 90% black seperti ini.

Kemudian pilih menu bitmap, lalu convert to bitmap, setelah selesai
dalam kondisi objek yang diconvert tersebut terpilih/terseleksi masuk
ke menu bitmaps | blur | gausian blur, berikan radiusnya 10.0 …

Hingga hasilnya menjadi seperti ini …

Kemudian dengan transparency tool,

Buat menjadi transparan di bagian alas segitiga yang telah diblur tersebut,

Kemudian letakkan tepat di bawah segitiga yang sebelumnya, hingga menjadi seperti ini

Dengan Interactive Fill Tool

Lakukan pewarnaan objek persegi sehingga menjadi seperti ini …

Masih dengan interactive fill tool, lakukan pewarnaan pada objek segitiga tadi sehingga hasilnya menjadi seperti ini …

Kemudian dengan pen tool

Buat satu objek baru, di atas objek segitiga, seperti ini …

Seleksi segitiga yang baru tersebut, kemudian tekan shift di keyboard
kemudian klik objek segitiga yang telah diberiwarna dibawahnya, pilih
menu Arrange | Shaping | Intersect, kira-kira seperti ini hasilnya …

Delete objek segitiga yang paling atas, dan beri warna hitam objek yang dihasilkan dari intersect tadi …

Dengan transparency tool …

Lakukan transparansi di bagian sisi objek hasil intersect tersebut sehingga hasilnya seperti ini ….

Selanjutnya kita akan memberikan efek gelap pada objek persegi paling besar.

Buat objek baru diatas objek persegi yang utama …

Kemudian pilih objek yang baru, kemudian klik shift di keyboard,
seleksi objek persegi yang besar di bawahnya, pilih menu Arrange |
Shaping | Intersect, sehingga hasilnya seperti ini

Hapus persegi yang paling atas, kemudian beri warna 70% black.

Klik kanan objek yang berwarna 70% black tersebut, pilih extract
content, kemudian delete. Dengan transparency tool, buat si objek yang
berwarna 70% black tersebut menjadi seperti ini.

Kemudian kita akan membuat lipatan kecil kertas tersebut, pertama buat garis Bantu terlebih dahulu …

Dengan pen tool

Buat objek seperti ini …

Kemudian beri warna putih, dengan transparency tool, lakukan transparency pada objek tersebut sehingga hasilnya seperti ini ..

Dengan pen tool

Buat objek seperti ini …

Kemudian beri warna hitam …

Dengan transparency tool buat objek hitam tersebut menjadi seperti ini …

Untuk selanjutnya konsepnya sama saja, buat objek baru, kemudian
berikan kesan gelap terang, sehingga hasil akhirnya akan menjadi
seperti ini …

Hmmm, cukup sekian untuk tutorial membuat kertasnya. Kalo ada yang ditanyakan silahkan kirim email ke alkemail@gmail.com
File Tutorial Corel Draw tersebut dapat di download disini.

Untuk membuat animasi hujan huruf ala film The Matrix sangat sederhana, yang digunakan hanya frame by frame, motion tween dan masking, berikut penjelasannya:

Disini saya menggunakan movie berdimensi 240 x 200 dan background color watna hitam. Kamu bisa mengganti dimensi dan warna bacground sesuka kamu.

  1. Aktifkan text tool, di panel properties gunakan text type static text dan ubah nama font menjadi Courier New (kamu bisa mengganti nama font sesuka kamu), Bold, font size 13 font color putih, direction of text vertical left to right, dan terakhir center justify, kemudian ketikan sembarang teks pada stage dan usahakan panjang teks sama dengan tinggi stage yang kamu gunakan.
  2. Konvert teks tersebut sebagai Movie Clip dengan nama “TEXT1”. Sekarang masuklah ke dalam mode edit TEXT1 dengan cara mendouble click movie clip tersebut. Setelah masuk dalam mode edit movie clip TEXT1, buatlah animasi frame by frame sepanjang 10 frames.

  1. Ubahlah urutan huruf pada teks yang ada pada tiap frame sehingga tidak ada urutan huruf yang kembar dari kesepuluh frame tersebut.
  2. Sekarang buat layer baru (yang secara default namanya “Layer 2”) dan tempatkan layer tersebut di bawah Layer 1. Pada Layer 2, buat sebuah kotak yang besarnya seukuran dengan teks yang ada pada Layer 1. kotak tersebut tanpa stroke dengan fill color menggunakan gradien linier secara vertikal dengan 3 warna dari paling atas berwarna hitam, lalu di tengah berwarna hijau dan paling bawah berwarna putih. Klik kanan pd Layer 1 dan pilih Mask.

5. Kembali ke Scene 1, sekarang kamu sudah mempinyai sebuah movie clip teks yang berisi animasi frame by frame. Agar lebih bagus duplicate movie clip TEXT1 sebanyak 2 duplikat. Beri nama TEXT2 untuk duplikat pertama dan TEXT3 untuk duplikat kedua. Dengan cara yang sama saat pembuatan TEXT1, ubah urutan huruf-huruf pada tiap frame dari movie clip TEXT2 dan TEXT3 sehingga urutan huruf-huruf dari ketiga movie clip yang ada tidak ada yang sama.

6. Pada Scene 1, tempatkan movie clip TEXT1 di tepi luar luar stage bagian atas. Konvert movie clip TEXT1 menjadi sebuah movie clip baru dengan nama “TEXT1F”. Masuk dalam mode edit movie clip TEXT1F. Motion Tweenkan movie clip TEXT1 yang ada di Layer 1 sepanjang 41 frames sehingga movie clip tersebut berpindah lurus kebawah

7. Duplicate movie clip TEXT1F dengan sehingga menjadi movie clip baru dan beri nama “TEXT1S”. Dalam mode edit movie clip TEXT1S, perpanjang animasi tween menjadi 71 frames.

8. Dengan cara yang sama lakukan pada movie clip TEXT2 untuk membuat movie clip baru dengan nama “TEXT2F” dan “TEXT2S” dan movie clip TEXT3 untuk membuat movie clip baru “TEXT3F” dan “TEXT3S”. Perpanjang tween pada movie clip TEXT2F menjadi 53 dan tween pada TEXT2S menjadi 83. Kemudian untuk tween dalam movie clip TEXT3F menjadi 67 dan TEXT3S menjadi 97.

Dengan demikian kamu memiliki 6 buah movie clip yang bergerak dari atas ke bawah dengan kecepatan yang berbeda-beda.

9. Pada Scene 1, tempatkan sebuah movie clip, pilih salah satu dari TEXT1F, TEXT1S, TEXT2F, TEXT2S, TEXT3F atau TEXT3S. konversikan movie clip tersebut menjadi sebuah movie clip baru dengan nama “MATRIX”. Dalam mode edit movie clip MATRIX pada awalnya pasti hanya ada 1 layer yaitu Layer 1 yang isinya movie clip pilihan kamu yang tadi. Sekarang tambahkan banyak layer baru (secara default namanya “Layer 2”, “Layer 3”, “Layer 4”, dst…), pada tiap layer baru tempatkan sebuah movie clip(kamu bebas memilih TEXT1F, TEXT1S, TEXT2F, TEXT2S, TEXT3F atau TEXT3S) sehingga membentuk barisan. Tempatkan movie clip tersebut secara random pada layer yang random supaya kecepatan dan barisan movie clip tidak seragam.

Masih dalam mode edit movie clip MATRIX, acak pemunculan movie clip di tiap layer seperti gambar di bawah:

Dan jangan lupa memberi action

stop();

di akhir frame

Demikian tutorial ini, dengan segala kekurangannya, semoga bermanfaat.

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.