Feeds:
Posts
Comments

Siapakah Desain Grafis…?

Desainer cenderung tampil sebagai seseorang yang terampil. Mereka mengambil dua ruang lingkup dalam dunia kerjanya, ruang lingkup secara visual dan secara konseptual. Mereka harus mampu meneliti garis, warna, bentuk, volume dan tekstur, mereka juga harus bisa memperhatikan hubungan antara berbagai hal, merekapun harus mampu menemukan irama dan repetisinya pada sesuatu yang mereka lihat.

Secara konseptual, para desainer seringkali memperhatikan suatu gagasan dari berbagai sisi dan mencari pendekatan-pendekatan dengan sisi-sisi tersebut dengan suatu tindakan yang tidak umum. Kebiasaan ini merupakan bentuk pemahaman sekaligus sumber masukan bagi kreativitas mereka. Bagi desainer, suatu objek atau gagasan dapat menjadi sebuah tempat bermain yang banyak sekali dan luas tak terukur serta dapat menghasilkan gagasan yang segar bagi dirinya.

  • Aku adalah seorang arsitek yang membangun informasi. Arsitek di dalam definisiku tidak memiliki pengertian yang kaku. Bagiku, Informasi berarti pemahaman dan aku akan membuat berbagai hal yang menarik perhatianku untuk dapat dimengerti orang lain. – Richard Saul Wurman

  • Studio pertamaku dibangun dengan sebuah kesadaranku akan profesi desain dan sebagai sebuah kesempatan untuk menggunakan kemampuan analitis pada kepeminatanku dibidang seni rupa. Karena aku adalah lulusan sekolah desain maka aku selalu menyelidiki lebih dalam segala aspek dari desain, hingga aku dapat menemukan sesuatu yang sangat menarik secara pribadi pada setiap pekerjaanku. Aku menyadari bahwa profesi desain memiliki sifat alami yang secara konstan dapat menarik desainer ke dalam suatu permasalahan yang sangat luas. – Won Chung

  • Aku harus membuat berbagai hal dan menghubungkan setiap hal tersebut dengan berbagai cara, hingga dapat membangkitkan ingatan yang bermanfaat bagi orang lain. Aku sangat suka memanjakan perasaanku pada aspek material di dunia desain. Aku mempelajari bahwa aku bisa menggunakan desain yang tidak hanya menjangkau ke dalam diriku dan menyatakan perasaanku sendiri, tetapi juga menggapai ke luar, kepada orang lain, dengan gambaran dan kata-kata yang sungguh aku kerjakan dengan teliti, lalu aku padatkan dan aku ubah ke dalam bentuk komunikasi yang bisa melibatkan publik dan lingkungan secara bersama. – Sheila Levrant de Bretteville

  • Aku suka dengan kata-kata yang mengalir dan gagasan yang berubah menjadi sesuatu. Aku suka lingkungan sosial desain, para aktifis dalam lingkungan desain, juga aspek estetis dan praktis dalam kerja desain. – Laurie Haycock Makelae

  • Ketika kecil aku telah terobsesi dengan menggambar. Pada umur enam, aku harus berbaring satu tahun di tempat tidur karena suatu penyakit, dan satu-satunya hal yang membuat aku tetap sibuk adalah menggambar dan membangun kota dari tanah liat. Sungguh, saat itu adalah masa yang penting dalam hidupku, dan hari ini aku telah menggenapkan, melengkapkannya dengan menjadi desainer. – Milton Glaser 

Diatas adalah ungkapan dari para desainer ternama dan jika diamati maka semuanya adalah cerminan dari kepribadian dan proses kreasi mereka. Para desainer seringkali mempunyai kepekaan terhadap sesuatu. Beberapa dari mereka dapat dikatakan sebagai seseorang yang “off-center but more self-directed” dibanding dengan kebanyakan orang lain dalam sebuah lingkungan. Para desainer juga cenderung memiliki sensitifitas intelektual yang tinggi: mereka selalu ingin memahami bagaimana sebuah proses dan mereka selalu mencoba gagasan mereka pada lingkungannya. Mereka selalu tertarik pada tafsir visual sekalipun berasal dari gagasan-gagasan yang abstrak. Mereka harus mampu menggambarkan persoalan, mereka banyak membaca, mereka mengadakan percobaan, mereka menyelidiki kultur dengan mengambil bagian di dalamnya, memperhatikannya, dan menyerap setiap gagasan serta sumber pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Berikutnya, membuat beragam hal adalah kebiasaan yang alamiah untuk para desainer. Bagaimanapun juga berpikir tentang sesuatu atau berkata tentang sesuatu tidaklah cukup. Para Desainer lebih merasakan dengan secara tidak sengaja bahwa proses membuat sesuatu yang riil akan melibatkan kekuatan pikiran terutama pada saat berkaitan dengan sebuah format dan perubahannya atau disaat sebuah gagasan baru muncul denga tiba-tiba. Secara umum, kinerja para desainer tidak serupa dengan sebuah rutinitas atau aktivitas biasa. Mereka selalu memulai sesuatu yang baru dan terkadang bermula dari tantangan yang tak dikenal.

Desainer juga tertarik pada definisi fungsi, baginya sesuatu itu haruslah menarik, bermanfaat dan memiliki fungsi. Mereka lebih senang terhadap aspek kehidupan sehari-hari dalam menciptakan karya dibanding menciptakan sebuah karya seni untuk museum. Bagi desainer, batasan desain dan komunikasi yang selalu dilihat dari sebuah fungsi adalah merupakan tantangan tersendiri.

Sehingga dapat kita lihat dalam hal ini, bahwa benar-benar tidak ada jenis desainer yang universal ideal. Karakteristik umum seperti kreativitas, keterbukaan pada gagasan yang baru, kemauan dalam menjalankan sistem kinerja desain dan keinginan keras dalam menyelidiki dunia visual malah lebih penting dibanding sebuah ciri yang harus spesifik dan definitif. Sebab pula desainer datang dari berbagai latar belakang, dari semua kelompok, ras dan kesukuan serta dari domisili yang berbeda seperti kota, negara, hingga latar belakang akademis maka setiap desainer adalah berbeda dan selalu mencari cara untuk dapat menyuling perbedaan dalam bentuk saling menghargai terhadap perbedaan itu sendiri.

  • Aku menjadi seorang desainer grafis sebab ketrampilan terbaikku adalah menggambar, selain itu tidak terlatih. – Colin Forbes

  • Dahulu, aku memiliki cita-cita menjadi seorang aktris. Keinginan ini bertahan sampai masuk perguruan tinggi, ketika aku menjadi tertarik untuk mendesain. Aku mengambil kelas yunior pada sekolah desain dengan asumsi akan kembali ke sekolah aktris-tapi hingga kini aku tidak pernah kembali. Ternyata takdirku adalah mendesain. – Deborah Sussman

Graphic design is the process of communicating visually using typography and images to present information. Graphic design practice embraces a range of cognitive skills, aesthetics and crafts, including typography, visual arts and page layout. Like other forms of design, graphic design often refers to both the process (designing) by which the communication is created and the products (designs) which are generated.

Seorang desainer grafis yang baik harus memiliki sense of art yang kuat, baik dalam mengkomposisi sebuah desain maupun membuat sebuah konsep desain. Dan hanya individu dengan intuisi yang tinggi mampu mevisualkan sebuah komposisi yang enak d lihat dan layak d kagumi.

Tulisan ini saya buat karena rasa keberatan saya terhadap pelecehan profesi desain grafis. Dalam salah satu forum yang baru saya kunjungi belum terlalu lama ini, saya menemukan artikel yang d tulis oleh salah satu sesepuh forum, yang menyatakan hanya dengan menguasai beberapa program grafis, seseorang telah menyandang predikat desainer grafis. Lebih lanjut d kemukakan juga bahwa iklan visual yang catchy dan menarik tidak menjamin mendatangkan animo baik masyarakat terhadap produk yang d iklankan. D sini saya akan membahas ketidaksetujuan saya terhadap poin-poin tersebut.

Predikat desainer grafis hanya dengan menguasai beberapa program grafis seperti keluarga Adobe atau Corel? Hm.. Desain bukan pekerjaan mudah. D butuhkan kreatifitas tinggi dan ide-ide segar untuk membuat sebuah desain yang indah. Apabila hanya lulus kursus program grafis sudah dapat predikat sebagai desainer grafis, saya dapat bayangkan betapa sakit hati na mereka-mereka yang telah mengenyam pendidikan desain bertahun-tahun dan mengabdikan diri dalam bidang tersebut. Mungkin predikat yang lebih cocok adalah operator grafis. Operator grafis tugas na lebih sederhana namun tetap harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai olah warna (digitizing), proses pre-press, sampai dengan printing.

Lalu, sebuah desain visual yang baik belum tentu mendatangkan animo dari masyarakat. Lantas, Citra Pariwara setiap tahun itu untuk apa? (Walaupun yang kebagian jatah d sana adalah para desainer kelas atas yang bergabung dengan biro-biro gigantik cabang internasional, bukan untuk desainer-desainer freelance sekelas saya). Fanatisme masyarakat akan sebuah produk memang bukan dari segi visual saja, namun dari berbagai segi, namun tetap sebuah iklan yang baik tentu saja akan menarik minat dan mengembangkan rasa ingin tahu akan sebuah produk baru.

Saya kecewa  sekali dengan tulisan beliau tersebut. D satu sisi, beliau adalah seseorang yang cukup saya hormati dan berwawasan luas, namun maaf saja, menyamaratakan kemampuan program grafis dengan desain itu sendiri sungguh menyakitkan hati saya.

Sedih banget profesi sebagai desainer grafis d Indonesia, terutama freelancer dan pengabdi perusahaan-perusahaan kecil yang kurang mendapatkan apresiasi. Kapan ya, Indonesia bisa dengan sungguh-sungguh dapat menghargai karya desain dengan layak.

Apakah Desain Grafis

Umpamakan anda ingin mengumumkan, menginformasikan atau menjual sesuatu, menghibur atau membujuk seseorang, menjelaskan suatu sistem yang rumit atau mempertunjukkan suatu proses yang panjang dan berbelit-belit. Dengan kata lain, anda mempunyai suatu pesan yang harus dikomunikasikan. Bagaimana anda “mengirimkan” itu? Mungkin anda bisa menceritakan atau bertutur kepada setiap orang satu persatu atau menyiarkan dengan radio atau pengeras suara. Namun yang anda lakukan itu adalah komunikasi lisan. Sementara jika anda menggunakan media visual atau rupa seperti poster, mengetik surat, menciptakan logo perusahaan, iklan majalah, atau cover album DVD dan sejenisnya, walaupun sekedar menggunakan printout komputer dan didalamnya secara pasti menggunakan format visual, maka yang anda lakukan sudah dapat dikatakan sebagai sebuah kerja desain grafis.

Dari segi keilmuan, hakekatnya desain grafis adalah salah satu bentuk dari ilmu seni rupa terapan. Dalam prosesnya diberikan kebebasan kepada sang desainer atau perancang untuk memilih, menciptakan dan mengatur elemen-elemen rupa dasar seperti garis, warna, bidang, raut, tekstur, value serta bekerja berdasarkan prinsip-prinsip dasar desain diantaranya adalah balance/keseimbangan, rhythm/irama, emphasis/penekanan dan unity/kesatuan. Desainer juga bekerja dengan didukung beberapa aspek lain seperti pemahaman dalam mengorganisasikan proses kreasi dan memiliki kemampuan dalam menyampaikan atau menangkap pesan. Pesan-pesan tersebut digarap oleh desainer dalam sebuah karya yang bertujuan untuk diproduksi atau dikomunikasikan melalui berbagai media.

Desain grafis adalah sebuah proses kreatif yang mengkombinasikan seni dan teknologi dalam mengkomunikasikan gagasan. Desainer bekerja dengan seperangkat ‘alat’ untuk menyampaikan pesan yang berasal dari sumber pesan atau client kepada audience. Beberapa perangkat yang digunakan antara lain gambar, ilustrasi, lukisan, photography, huruf, angka, grafik dan atau image yang telah di-generate oleh beberpa aplikasi komputer. Desainer membuat, memilih dan mengorganisasikan semuanya atau sebagian dari element dan perangkat tersebut ke dalam sebuah bidang yang dinamakan “white space” dan selanjutnya disampaikan kepada publik sebagai sebuah media komunikasi.

Desain grafis memiliki beberapa macam basis karya dengan melihat komposisi elemen-elemen yang terdapat dalam karya tersebut, diantaranya adalah:

Desain berbasis Image

Desainer membangun image yang merupakan representasi dari gagasan pribadinya atau client bisnisnya. Image sangat kuat untuk dipercaya dan merupakan alat komunikasi yang dapat mempengaruhi, mampu menyampaikan tidak hanya informasi tetapi juga suasana hati dan emosi. Orang akan bereaksi terhadap image secara instinktif berdasar pada kepribadian mereka, asosiastif berdasarkan lingkunganya, dan experientatif akibat pengalaman sebelumnya.

Desain Berbasis Image

Tragiklabs

Image diambil dengan berbagai cara dan teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan media. Di dalam Desain berbasis Image, hal utama yang harus diperhatikan seorang desainer adalah memahami bahwa image-image yang diekspose harus membawa keseluruhan pesan, untuk itu terkadang desainer memberi sedikit teks untuk bantuan. Karena setiap image yang tampil merupakan bahasa yang harus disampaikan, maka pada sebuah proses eksekusi sebuah image, seorang desainer juga harus memahami bagaimana pentingnya memanajemen kepekaan terhadap calon penerima pesan, sehingga desainer tidak membabi buta dengan mengandalkan selera estetisnya belaka dalam menampilkan image tersebut. Bukankah sebuah gambar dapat memunculkan ribuan makna dan maksud? Maka, arah dari maksud tersebut harus dapat tersampaikan dengan image yang dieksekusi oleh desainer.

Desain berbasis Type

Dalam beberapa hal, para desainer bersandar pada teks untuk menyampaikan suatu pesan, tetapi mereka menggunakan kata-kata dengan cara yang berbeda dari tatacara yang biasa dilakukan oleh para penulis. Bagi para desainer, mereka melihat visual teks adalah sama pentingnya seperti maksud atau arti dari teks itu sendiri. Format visual teks, baik tipography yang dicetak atau penulisan buatan tangan, memiliki fungsi yang sama yaitu untuk melaksanakan fungsi komunikasi dan seorang desainer pasti sadar bahwa keberadaaan teks harus memiliki fungsi readibility/keterbacaan. Teks juga dapat menghentikan perhatian pada suatu maksud tertentu dan mengidentifikasi sebuah makna pada suatu tampilan visual. Namun keterbacaan teks akan diolah oleh desainer tidak hanya mengandalkan arti sebuah teks secara leksikal saja atau hanya sesuai dengan tata bahasa saja , tapi juga menyebutkan maksud atas peranan teks itu sendiri secara fisik. Sebagai contoh, kita tidak akan menemukan dalam sebuah kemasan pasta gigi yang menuliskan merk-nya dengan menggunakan teks bergaya ‘Stencil’, karena image Stencil font identik dengan style Army Look.

Hampir semua desainer sepakat bahwa penggunaan teks sebagai sebuah tampilan visual dengan tanpa mengabaikan fungsi keterbacaan adalah penting. Mari kita perhatikan pada suatu “halaman umum” yang didalamnya tercetak sebuah teks, pernahkah muncul sebuah pertanyaan, apakah kerja desain grafis dilibatkan didalam merancang halaman yang nampaknya sederhana seperti itu? Pikirkanlah, apa yang anda akan lakukan jika anda diminta untuk mendesain kembali halaman itu. Akankah anda merubah jenis typeface atau ukurannya? Akankah anda membagi teks ke dalam dua kolom yang lebih ramping? Bagaimana dengan garis tepi dan pengaturan jarak antar paragrap? Akankah anda menekuk atau memberi spasi pada setiap paragrap atau mungkin memulai dengan perubahan teks berupa rekayasa tulisan hias? Apakah anda akan memberikan kekuatan pada teks dengan dengan cara memberi nomor, jumlah halaman atau penulisan teks tertentu pada setiap bab? Akankah anda merubah sebuah terminologi dengan cara membuat cetak tebal pada teks tersebut, atau barangkali menggunakan huruf italic/miring dan atau huruf yang bergaris bawah? Adakah hal lain yang dapat memberikan kekuatan dan tekanan dalam sebuah perubahan yang anda pertimbangkan, atau seberapa kuat teks-teks ini akan mempengaruhi reaksi para pembaca? Perlu diketahui, bahwa semua pertanyaan diatas dilakukan dan dijawab oleh Designer pada saat memulai pekerjanya hingga proses evaluasi sebelum teks-teks itu diputuskan untuk dikomunikasikan.

Desain berbasis Type

David-Nalle-Type

Desain berbasis Image dan Type

Para desainer sering mengkombinasikan antara tipography dan image untuk mengkomunikasikan satu pesan pada audience. Eksplorasi dengan berbagai kemungkinan kreatif yang dipresentasikan dalam kombinasi tipography (teks dan sebagainya) dan image (fotografi, ilustrasi, dan seni rupa), bertujuan memberi tampilan serta informasi yang lengkap. Sehingga para desainer tidak hanya menciptakan kesesuaian antara ‘letterforms’ dan image belaka tetapi juga untuk menetapkan keseimbangan terbaik diantara keduanya.

Desain berbasis Image dan Type

Alcatraz Island

Desain berbasis Simbol, Logo dan Logotype

Simbols dan logo adalah hal yang spesial, berbentuk informasi yang sangat ringkas dan berfungsi sebagai ‘identifers’. Simbol adalah reperentasi abstrak dari gagasan atau identitas tertentu. Logo adalah visual dalam format simbolis yang berfungsi mewakili konsep-konsep atau kelompok tertentu. Logotypes adalah identifikasi-identifikasi baik konsep maupun kelompok yang visualnya didasarkan pada suatu deretan kata atau teks yang dirangkai khusus. Beberapa identitas merupakan ‘hybrid’ atau kombinasi antara logotypes dengan simbol. Dalam menciptakan ‘identifiers’, desainer akan menetapkan sebuah visual yang jelas dan sesuai dengan visi dan misi sebuah korporasi, kelompok, konsep atau gagasan sehingga terwakili dan sesuai dengan masing-masing tujuannya.

Desain berbasis Simbol, Logo dan Logotype

Yin Yang

Desainer Grafis, Sumber Pesan dan Audience

Pada suatu pihak, sebuah sumber pesan terkadang terlalu dekat dengan isi pesan itu sendiri, tentunya mengandung unsur subyektifitas yang sangat tinggi, sehingga perlu dicari cara untuk dapat memperkenalkan dan memahamkan pesan-pesan tersebut. Audience, pada sisi lain, adalah sebuah komunitas kompleks, yang sangat luas dan memiliki macam ragam karakter. Hal itu berdampak langsung dengan bagaimana cara atau mekanisme dalam mengkomunikasi pesan-pesan tersebut. Lebih dari itu, pada umumnya sukar untuk membuat audience menjadi bagian dari proses komunikasi.

Berbeda dengan sumber pesan dan audience, para desainer grafis belajar bagaimana cara membangun sebuah pesan dan bagaimana cara menyajikan itu dengan sukses dan baik. Karena para desainer grafis adalah mata rantai diantara sumber pesan dan audience, mereka memiliki dua sisi pekerjaan yang harus dilakukan. Pertama, mereka bekerja dengan sumber pesan (dalam hal ini adalah client) untuk memahami isi dan tujuan pesan. Kedua, bekerja sama dengan peneliti-peneliti pasar dan spesialis-spesialis lain bahkan dengan kondisi riil dari masyarakat untuk memahami sifat alami para audience.

Desain Grafis Sebenarnya

Penguasaan atas program grafis seperfi Corel Draw, Photoshop, Freehand dan lain-lain memang identik dengan proses pembuatan iklan yang sarat dengan gambar. Bahkan apabila disangkutkan dengan industri perfilman Hollywood, seorang desainer grafis memiliki potensi yang sangat besar untuk berapresiasi sebagai pengemas efek dan segala tetek bengek berbau animasi.

Namun sesungguhnya terlalu sederhana untuk menilai mudahnya membuat iklan hanya berbekal program grafis, meski dengan kemampuan superpower sekalipun! Iklan yang baik tidak dapat dilihat dari bagus atau tidaknya bentuk visual, tidak juga dapat dilihat dari kata-kata yang memorable, atau tidak bisa hanya berdasarkan laris atau tidaknya produk di pasaran. Menilik film Final Fantasy, apa jadinya jika dibuat dalam versi film pada umumnya? Cerita yang tidak memiliki kekuatan story telling tentulah ambruk menjadi film kelas B. Beruntung film ini dibuat murni oleh kemampuan grafik yang kemudian mendongkrak proyek animasi naik sampai langit ke tujuh sebagai sesuatu yang menakjubkan dan menjadi bahan perbincangan banyak orang.

Padahal penguasaan program yang sama sanggup membuat film Finding Nemo begitu manusiawi, sebelumnya film Monster Inc pun memiliki pola bertutur sangat simpatik. Minimnya nuansa futuristik dengan gaya star wars serta penilaian yang berorientasi pada tema anak-anak agaknya membuat film tersebut kehilangan aura komputer grafik untuk menjadi topik pembicaraan, terapi plot yang kuat dan kemampuan luar biasa untuk menghidupkan karakter cerita dalam kemasan teknologi sanggup menjadikannya sebagai film yang mampu “berbicara” kepada penontonnya.

Pernah, dalam waktu bersamaan Walt Disney dan Dreamworks membuat fabel berbasis animasi melalui film Bugs Life dan Antz, dalam konteks dasar visual yang sama ternyata Dreamworks harus mengakui kepiawaian Walt Disney dalam strategi pembuatan film keluarga dengan menerima kekecewaan bahwa Antz jeblok di pasaran, meski berlatar nama besar Steven Spielberg dan melibatkan Sharon Stone juga Sylvester Stallone sebagai pengisi suara.

Sistem Kerja Klasik Desainer Grafis

Sistem Kerja Klasik Desainer Grafis

Harus diakui bahwa teknologi hanya merupakan media yang tetap memerlukan kreativitas tersendiri saat pengaplikasiannya. Belum lagi dibutuhkan intregrasi dari beberapa faktor secara sinergis apabila kita berbicara masalah pasar. Seperti halnya iklan, sering kali iklan dijadikan pemikul tanggung jawab atas tingkat penjualan sebuah produk. Padahal, letak kekuatan sebuah produk untuk dapat memiliki eksekusi pembelian oleh konsumen adalah kualitas produk itu sendiri, sistem pemasaran produk, straregi promosi yang dilakukan serta kelayakan harga. Pada hakikatnya sebuah iklan hanya bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi atas pasar terhadap produk, bukanlah sebagai penentu penjualan secara mutlak.

Iklan yang baik adalah iklan yang mampu membuat komunikasi persuasif terhadap pasar dan mampu mengemas pesan produk secara pas serta mengena pada target yang dituju. Secara analitis tentu saja hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang desainer grafis yang hanya memiliki kemampuan mengoperasikan program semata. Dibutuhkan kemampuan mendalam akan pemahaman produk agar mampu membangun karakter dan identitas atas produk, lalu mentransformasikannya ke dalam bentuk visual secara kreatif dan komunikatif agar dapat menyatu dengan pesan hingga bisa diterima oleh segmen pasar tertuju. Itupun masih belum komplit.

Pada sebuah agensi periklanan, seorang desainer berada dalam departemen yang bertanggung jawab atas output kreatif, creative department namanya. Ada seorang copywriter di sana dan ada seorang eksekutor artwork yang merupakan portal terakhir sebelum materi dipresentasikan kepada client-si pemilik produk. Para penggagas iklan tersebut harus mampu bekerja sama dalam membuat pola komunikasi untuk menempatkan produk sebagaimana mestinya di benak konsumen, sehingga keterlibatan media, baik itu buying maupun placing tidak dapat dipisahkan.

Betapa tidak gampang mengemas sebuah konsep visual, ternyata! Maka tak salah apabila setiap lowongan pekerjaan di agensi periklanan yang selalu ditantang untuk melamar adalah orang-orang yang merasa dirinya kreatif, memiliki kemampuan bekerja sama dan komunikasi yang baik. Saat industri periklanan merebak, demmand kebutuhan grafis meninggi, merebak pula modul-modul pembelajaran seputar grafis baik formal maupun informal. Berbondong-bondong masyarakat menyelami dunia baru bernama graphic design, bahkan bagi mereka yang tak memiliki talenta pun ketertarikan akan program “menggambar virtual” ini sangat besar.

Maklumlah, semua program grafik menyediakan beraneka fitur yang men-supply nyaris segala kebutuhan efek gambar, yang dulu hanya dimonopoli oleh foto-foto para fotografer saja kini mampu dibuat hanya dengan satu tombol lensflare di photoshop dan simsalabim sebuah foto dalam bentuk image, yang tak dapat dipotret oleh rana kamera saat hari hujan, mampu berhiaskan cahaya matahari pagi! Lebih hebatnya lagi, komputer jugalah yang mampu menghidupkan abad pertengahan tanpa cacat dan jutaan tentara Saruman di Mordor dalam film The Lord of The Ring.

Program kini semakin manusiawi dengan tidak hanya menyediakan fasilitas help (f1) bagi mereka yang mengalami kesulitan pengoperasian, namun juga dilengkapi dengan tutorial yang tidak cuma mengenalkan fitur baru apabila muncul program updated namun juga mengajarkan penggunaan seluruh fitur yang ada. Bukan main! Teknologi yang dulu njlimet dan kepemilikannya hanya dikuasai oleh segmen kelas A, sekarang semakin rendah hati karena selain produk yang kian variatif guna pemberian range harga yang penuh alternatif, juga kemudahan pemahaman program untuk dipelajari dan diaplikasikan.

Sistem Kerja Efektif Desainer Grafis

Sistem Kerja Efektif Desainer Grafis

Terus terang, rugi sekali apabila masih merasa bisa dibodohi oleh teknologi! Sayangnya, kelemahan sistem informasi membuat teknologi hanya terkenal secara permukaannya saja. Sehingga tak semua orang mengerti nilai implementasi dari aplikasi program yang ada. Bayangkan, berapa banyak orang yang menyatakan dirinya sebagai seorang desainer grafis berbatas pada kemampuan pengoperasian program grafik? Banyak sekali! Hal itu telah berkali-kali membuat kecele industri yang memang membutuhkan kreator grafik sebenarnya, yang kreatif dan menjiwai aplikasi program dalam implementasi visual sebenarnya.

Pengenalan program secara fisik tidak mampu berbuat banyak dalam proses penciptaan karakter secara visual, apalagi sanggup berkomunikasi. Keadaan tersebut secara tidak langsung juga tidak mendidik masyarakat untuk jadi apresiatif terhadap sebuah karya, selain dianggap hebat, bagus dan bukan main apabila terlihat wah! Banyak orang jatuh cinta pada penciptaan grafik melalui komputer hingga melupakan sisi humanis dimana teknologi sendiri sesungguhnya sedang mengacu ke arah sana. Hingga pada akhirnya sebuah karya dipandang murah karena hanya bermodalkan perangkat komputer dan kemampuan mengoperasikan program grafis.

Apabila merasa diri berminat dalam industri grafis, sudah selayaknya mulai kini tak hanya mengasah ketrampilan teknis, namun juga menjuruskan dengan seksama perihal major yang akan digeluti. Hal tersebut justru bukan untuk menyepelekan faktor teknis, karena dukungan penguasaan aplikasi program yang maksimal akan memberikan implementasi kerja secara optimal. Jadi, hati-hati, jangan cepat mengatakan output kreatif mampu tampil dinamis dan hidup hanya dalam sapuan visual melalui sedikit keterlibatan kreativitas apalagi secara dangkal menyatakan bahwa format gambar yang bagus akan menjamin komunikasi yang baik.

Sebuah karya membutuhkan nafas untuk membuatnya mampu menyampaikan pesan dan berkomunikasi pada publik yang disasarnya secara cerdas dan mengena. Memang, memadukan unsur visual, kekuatan pesan dan strategi komunikasi untuk dituangkan dalam media bukanlah pekerjaan mudah. Untuk itu mulailah fasih untuk memahami aplikasi sekaligus implementasi menyoal teknologi agar tidak melakukan penilaian dangkal atas kondisi apapun yang tercipta berpangkal dari teknologi.

Membuat Presentasi Yang Baik

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa presentasi dengan mempergunakan Powerpoint telah menjadi standar dan banyak di pakai dimana-mana. Entah itu di instansi pemerintahan, universitas ataupun di sekolah-sekolah.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips membuat presentasi Powerpoint yang baik dan benar sehingga presentasi anda nantinya bakal disukai dan diberi applaus oleh audience. Seperti kita ketahui bahwa dengan sebuah presentasi yang baik, maka proyek proposal, usulan atau pendapat Anda, mempunyai kesempatan besar untuk disetujui.

1. Mudah dibaca

Presentasi yang baik adalah yang mudah dibaca, jadi pergunakan huruf standar misal Arial atau Times New Roman. Selain itu pergunakan huruf yang cukup besar, jangan sampai Audience kesulitan membaca karena huruf yang anda pergunakan terlalu kecil.

2. Judul yang jelas pada setiap Slide

Pergunakanlah huruf tebal, jelas dan mudah dibaca pada setiap judul slide anda.

3. Background yang sederhana

Perhatikan background yang anda pergunakan pada setiap slide yang anda buat. Jangan sampai kalimat yang ada tulis jadi tidak bisa terbaca dengan jelas, karena anda memakai background yang terlalu kontras.

4. Grapik dan Diagram

Mempergunakan gambar seperti grafik dan diagram akan membantu anda untuk lebih menjelaskan tentang topik yang sedang anda presentasikan. Selain itu dengan mempergunakan grafik atau diagram, akan sedikit menyegarkan suasana dan mengundang perhatian para audience

5. Tetap fokus

Tulislah hal-hal pokok atau penting saja yang ada hubungan dengan topik yang sedang anda presentasikan. Jangan menggunakan terlalu banyak kata atau kalimat dalam satu slide presentasi. Cukup anda tulis judul atau garis besarnya saja.

6. Nyambung

Penting diperhatikan, setiap slide yang anda buat satu sama lain saling berhubungan.

7. Jangan terlalu banyak slide

Jangan membuat slide presentasi yang terlalu banyak untuk satu topik yang anda bahas. Buatlah Slide seefisien mungkin. Kalau topik yang anda bahas memang panjang, penjelasan secara lisan tentu lebih baik.

8. Berbicara yang jelas

Saat presentasi sedang berlangsung berbicara dengan jelas. Sehingga audience bisa memahami presentasi yang anda sampaikan. Kebanyakan audience beranggapan bahwa sebuah presentasi Powerpoint selalu kering dan membosankankan, dengan kreativitas anda dan pembicaraan yang baik, anda bisa mengubah pandangan tersebut.

9. Beri kesempatan untuk bertanya

Kalau bisa, luangkan waktu untuk memberikan kesempatan kepada audience untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak dimengerti dari presentasi yang anda sampaikan.

10. Future Follow Up

Hal penting lainnya, adalah beri kesempatan kepada audience untuk bertanya di lain waktu mengenai topik presentasi yang anda sampaikan. Jadi jangan segan-segan untuk mencantumkan e-mail, no. telepon atau website anda di akhir presentasi anda. Sehingga mereka bisa bertanya kapanpun juga. Ini semua bisa menjadi nilai plus bagi anda.

Mozilla, minggu ini telah menciptakan teknologi untuk mendukung performance JavaScript engine dan aplikasi Web. Teknologi tersebut dinamakan TraceMonkey, sebuah teknologi yang dapat menambah kode kompilasi ke engine, yang dinamakan SpiderMonkey. Mike Shaver, vice president Mozilla, Jumat lalu, mengungkapkan bahwa software TraceMonkey tersebut dibangun dalam kode dan ide dari proyek Tamarin Tracing. TraceMonkey, menurut Shaver, akan ditempatkan dalam fitur Firefox 3.1, yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

“Saya sangat senang dapat memperkenalkan TraceMonkey, sebuah evolusi Firefox SpiderMonkey JavaScript engine untuk Firefox 3.1 yang menggunakan jenis compiler JIT (Just-In-Time) baru untuk mendukung performance permintaan magnitude dalam JavaScript. TraceMonkey akan membuat Firefox lebih cepat dan aman ketika user surfing website.”, kata Brendan Eich, CTO Mozilla dan founder JavaScript.

TraceMonkey akan support dengan server x86, x86-54, dan ARM. Menurut Eich, hal ini berarti pihaknya akan siap untuk mengaplikasikan TraceMonkey pada sistem mobile device dan platform desktop. Eich menambahkan, dengan TraceMonkey user dapat menulis dan mentransport kode yang dinilai sangat lambat berjalan dalam browser sebagai JavaScript, untuk mempercepat performance kompilasi JavaScript. Hal ini berarti website dapat mengakomodasi pekerjaan yang membutuhkan plug-in. Eich mengharpkan browser lain dapat mengikuti langkah Mozilla dan mendukung performa JavaScript, dengan kode kompilasi JIT, agar browser dapat bekerja lebih cepat.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.